ARTIKEL

Perbedaan Kadar LDL-Cholesterol yang Diperiksa Dengan Metode Direk (Homogenous LDL-C) dan Metode Indirek (Formula Friedewald)

ANIK WIDIJANTI, RETNO KOESWARDANI, DAN HARTOJO
Laboratorium Klinik RSSA, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang


Abstrak

Pemeriksaan Low Density Lipoprotein Cholesterol (LDL-C) yang sering dipakai saat ini adalah metode indirek (formula Friedewald). Namun, metode tersebut mempunyai keterbatasan, antara lain kurang tepat bila digunakan pada sampel dengan kadar trigliseride > 400 mg/dl serta kurang spesifik karena IDL dan Lp(a) terukur sebagai LDL-C. Saat ini, telah ditemukan metode baru yang lebih spesifik, di mana LDL-C dapat diukur secara langsung dengan metode enzimatik (Homogenous LDL-C).

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil pengukuran LDL-C dengan metode direk (Homogenous LDL-C) dan indirek (formula Friedewald). Untuk itu, 230 sampel dengan kadar trigliseride < 400 mg/dl dan 10 sampel dengan kadar trigliseride ≥ 400 mg/gl diperiksa dengan kedua metode tersebut. Kemudian, hasilnya dibandingkan menggunakan Student t test (bermakna bila p< 0,05).

Hasilnya menunjukkan bahwa pada kadar trigliseride < 400 mg/dl ternyata terdapat perbedaan yang bermakna pada hasil pengukuran LDL-C dengan metode direk, di mana mean = 115,13 dan standart deviasi (SD) = 41,724. Sementara dengan metode indirek (formula Friedewald) mean = 135,98 dan SD = 49,64 (p = 0,001).

Dapat disimpulkan bahwa pengukuran LDL-C pada kadar trigliseride < 400 mg/dl dengan metode direk Homogenous LDL-C memberikan hasil yang lebih rendah bermakna dibandingkan dengan metode indirek (formula Friedewald).

Kata kunci: LDL-Cholesterol, metode pemeriksaan, formula Friedwald

Abstract

A study was conducted to assess the differences of measurement LDL-Cholesterol using direct method (Homogenous LDL-C) as compared to indirect method (Friedewald formula). About 230 samples with trigliseride values under 400 mg/dl and 10 samples with trigliseride values above it were used. The result indicated that for trigliseride under 400 mg/dl, there was a significant difference. Direct methods result significantly produced lower LDL-Cholesterol with mean 115.13 and SD 41.72 as compared with indirect result, with mean 135.98 and SD 49.64.

Pendahuluan

Sejumlah studi klinis maupun epidemologi melaporkan adanya hubungan yang independen antara peningkatan Low Density Lypoprotein - Cholesterol (LDL-C) dengan risiko terjadinya penyakit jantung koroner. Pada studi lain dikatakan bahwa kadar LDL-C yang rendah menurunkan morbiditas dan mortalitas karena penyakit kardiovaskular. Dari sini tampak bahwa LDL-C sangat berperan dalam terjadinya aterosklerosis. Oleh sebab itu, pengukuran LDL-C menjadi sangat penting, karena metode yang mudah, dapat dipercaya, dan sesuai untuk LDL-C, diperlukan dalam laboratorium rutin1,2.

b Quantification telah diusulkan menjadi metode referen. Akan tetapi, metode ini mempunyai beberapa kelemahan, di antaranya memerlukan ultrasentrifugasi, volume serum yang besar, memakan waktu lama, serta merupakan teknik yang mahal. Untuk alasan ini, sebagian besar laboratorium klinik memperkirakan kadar LDL-C serum menggunakan formula Friedewald yang merupakan perhitungan dari konsentrasi Total Cholesterol (TC), Triglyseride {TGs), dan High Density Lipoprotein Cholesterol (HDL-C). Walaupun metode ini mempunyai korelasi yang baik dengan b Quantification , formula ini mempunyai keterbatasan, yaitu tidak valid digunakan pada spesimen dengan cylomicron (non fasting), kadar TGs > 400 mg/dl, atau pada penderita dengan dysbetalipoproteinemia (tipe III hiperlipidemia). Di samping itu, dalam penelitian-penelitian yang lalu dikatakan, kedua metode di atas kurang spesifik untuk mengukur kadar LDL-C karena Intermediate Density Lipoprotein (IDL) dan Lp (a) ikut terukur sebagai LDL-C1,3,4.

Baru-baru ini, telah dikembangkan beberapa metode untuk mengukur LDL-C secara langsung, di antaranya metode Homogenous LDL-C (enzimatik) yang lebih spesifik untuk LDL-C3,4.

Adapun tujuan penelitian ini untuk melihat perbedaan atau membandingkan hasil pengukuran LDL-C yang diukur dengan formula Friedewald dan metode Homogenous LDL-C.

Tinjauan Pustaka

Metode pemeriksaan profil lipid, khususnya LDL-C, dapat dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu metode indirek dan direk.

Metode Indirek

Metode ini terbagi dalam dua cara:

  1. Ultra centrifugasi - Polyanion Precipitasi (b Quantification)

    Metode ini menggunakan spesimen EDTA plasma yang diputar pada ultrasentrifugasi dengan kecepatan 105.000 G selama 18 jam pada 100C. Pada kondisi ini, VLDL, cylomikron, maupun b VLDL (bila ada) akan terakumulasi sebagai lapisan yang melayang dengan d > 1.006 g/mL infranatan berisi LDL dan HDL. Fraksi ini juga berisi LDL dan Lp (a). Lapisan yang melayang dipisahkan dan aliquot diputar kembali. Kadar kolesterol diukur, sedang HDL diukur tersendiri dari aliquot plasma. VLDL dan LDL kolesterol dihitung dengan formula:

    [LDL-C] = [total kolesterol] - [d >1.006 g/m1]
    [LDL-C] = [d > 1.006 g/ml kolesterol] - [HDL-C]3,4

  2. 2. Formula Friedewald

    Metode ini lebih digunakan secara luas sebagai metode indirek, di mana kolesterol, trigliseride, dan HDL-C diukur, kemudian LDL-C dihitung dengan menggunakan rumus Friedewald:

    [LDL-C] = [total kolesterol] - [HDL-C) - [ Trigliserid/5].

Trigliserid/5 untuk memperkirakan kadar VLDL.

Namun, formula ini mempunyai keterbatasan, yaitu tidak tepat digunakan pada sampel dengan kadar TG > 400 mg/dl, spesimen yang mengandung banyak cylomikron (non fasting), dan penderita dengan hiperlipoproteinemia tipe III yang mempunyai VLDL abnormal sehingga faktor TG/5 tidak tepat lagi1,2,3,4,5.

Metode Direk

Metode direk baru-baru ini dikembangkan. Terdapat beberapa teknik pemeriksaan, di antaranya Homogenous LDL-C, metode imunokimia, dan presipitasi LDL secara langsung1,4.

Metode imunokimia menggunakan poliklonal antibodi untuk mempresipitasi VLDL, IDL, dan HDL, sedangkan LDL-C diukur dalam supernatan dengan metode enzimatik3,4.

Metode presipitasi langsung dengan cara mempresipitasikan LDL-C dengan polyvynil sulfat atau heparin pada pH rendah. Kadar LDL-C dihitung sebagai selisih dari total kolesterol dan kadar yang terdapat dalam supernatan4.

Sedangkan metode Homogenous LDL-C murni menggunakan reaksi enzimatik, di mana pada reaksi awal LDL-C diisolasi dengan protecting agent, kemudian ditambahkan enzim reaktan yang hanya bereaksi dengan LDL-C yang telah terisolasi1,2.

Prosedur

Metode Homogenous LDL-C (Wako-no cod.41485101-41085201 )

Metode ini mempunyai 2 reagen yang siap pakai. Reagen 1 mengandung detergen (surfactan) yang dapat mengikat dan melindungi LDL-C dari reaksi enzimatik. Non LDL-C bereaksi dengan kolesterol esterase dan kolesterol oksidase memproduksi Hidrogen peroksida yang dikonsumsi oleh katalase. Seteah 5 menit, ditambahkan reagen 2 di mana protecting agent akan dilepaskan dari LDL-C dan kemudian kolesterol esterase dan kolesterol oksidase bereaksi hanya dengan LDL-C. Hidrogen peroksida yang diproduksi dengan peroksidase memberikan kompleks warna. Pengukuran dilakukan pada Hitachi 7070 analizer dan kalibrasi menggunakan lyophilized material dari kidnya. Metode ini dikatakan mempunyai total CV 5%1,2.

Total Kolesterol {TC), Trigliseride {TGs), dan High Density Lipoprotein {HDL-C)

Konsentrasi TC diukur secara enzimatik dengan metode CHOD-PAP {Roche Diagnostic. cat.no. 1489232) dan TGs menggunakan lipase/GPO/PAP (Roche Diagnostic.czt.no.1488872) pada Hitachi 7070 automatik analizer. Total CV 1,0 - 1,5% untuk total kolesterol dan 1,1--2% untuk trigliseride. HDL-C diukur dengan metode imunopresipitasi menggunakan anti human b lipoprotein antibodi, (Wako.no.cod. 4l8-72394.72492) yang membentuk kompleks antigen antibodi dengan partikel selain HDL-C. Setelah diinkubasi, kompleks antigen antibodi diendapkan dan komponen kolesterol (HDL-C} diukur dalam supernatan dengan reaksi enzimatik pada Hitachi analizer dengan total CV < 5%3,4.

Formula Friedewald

Kadar LDL-C diperkirakan dengan penghitungan menggunakan formula Friedewald sebagai berikut:

LDL-C = TC - ( TGs l5 ) - HDL-C

Sampel

Sampel darah didapat dari 240 penderita rawat jalan dan rawat inap yang diperiksakan profil lipidnya di laboratorium sentral RSSA Malang. Darah tanpa anti koagulan diputar dengan kecepatan 3000 rpm selama 15 menit. Serum yang diperoleh diperiksa kadar LDL-C-nya dengan kedua metode tersebut, dan hasil yang diperoleh diperbandingkan dengan analisis statistik.

Analisis Statistik

Hasil pengukuran LDL-C metode direk enzimatik (Homogenous LDL-C) dengan formula Friedewald dibandingkan menggunakan analis Student t test dengan kesepakatan p = 0.05 adalah bermakna.

Hasil Penelitian

Didapatkan 230 sampel dengan kadar TGs < 400 mg/dl, dan 10 sampel dengan kadar TGs > 400 mg/dl. Pada sampel dengan TGs < 400 mg/dl, kadar LDL-C-nya dihitung dengan formula Friedewald. Hasilnya menunjukkan means = 135,98 mg/dl dan SD = 49,4; sedangkan pengukuran dengan metode homogenous diperoleh hasil LDL-C yang lebih rendah pada semua sampel, dengan means = 115,13 mg/dl dan SD = 41,72.

Pada 10 sampel dengan TGs > 400 mg/dl, dengan metode homogenous didapatkan hasil LDL-C lebih tinggi dengan means = 135,5 mg/dl dan SD = 33,89. Sedangkan penghitungan dengan formula Friedewald memberikan hasil dengan means = 122,2 mg/dl dan SD = 39,48.

Dengan analisis Student t test, pada sampel dengan TGs < 400 mg/dl, metode homogenous menunjukkan kadar LDL-C lebih rendah bermakna dibandingkan perhitungan dengan formula Friedewald (p = 0,001 ). Sedangkan sampel dengan TGs > 400 mg/dl, metode homogenous menunjukkan nilai yang lebih tinggi dibanding perhitungan dengan formula Friedewald, tetapi tidak bermakna (p = 0.82).

Diskusi

Metode direk homogenous menunjukkan hasil yang lebih rendah pada semua sampel dengan TGs < 400 mg/dl dibandingkan formula Friedewald. Hal ini kemungkinan disebabkan pada metode homogenous, reaksi enzimatik secara spesifik bereaksi terhadap LDL-C yang telah diisolasi terlebih dulu dengan protecting agent, sehingga non LDL-C (khususnya IDL dan Lp(a)) tidak ikut terukur sebagai LDL-C, seperti yang terjadi pada penghitungan dengan formula Friedewald.

Pada sampel dengan TG > 400 mg/dl dengan metode homogenous, menunjukkan hasil yang lebih tinggi dari penghitungan dengan tormula Friedewald. Akan tetapi, hasil pengukuran pada sampel ini tidak dapat dianalisis karena jumlah sampel terlalu sedikit dan penghitungan dengan formula Friedewald tidak valid serta tidak direkomendasikan untuk sampel dengan kadar TG > 400 mg/dl.

Metode homogenous ini juga memungkinkan untuk dipakai sebagai pengukur sampel penderita dengan kadar TG > 400 mg/dl, yang tidak tepat diukur dengan formula Friedewald.

Kesimpulan

Metode pengukuran dengan Homogenous LDL-C memberikan hasil yang lebih rendah bermakna dibandingkan formula Friedewald karena secara teori lebih spesifik mengukur LDL-C.

Metode homogenous juga memungkinkan untuk digunakan pada sampel dengan kadar TG yang tinggi serta hiperlipidemia.

Daftar Pustaka

  1. Salan ME, Bardesi AG, Ania MNA et all, Analiytycal and Clinical evaluation of Two Homogenous Assay for LDL-G in Hyperlipidemic Patien, Clinical Chemistry 2000: (46): 8 p. 1121-31
  2. Nauck M, Graziani MS, Bruton D et all, Analytical and Clinica! Performance of a Detergent - based Homogenous LDL-G Assay: A Multicenter Evaluation, Clinical Chemistry 2000 (46): 4 : 506 14
  3. Rifai N, Bachorick PS, Albers JJ, Lipids, Lipoprotein and Alipoprotein in Care AB, Edward RA, Tietz Fundamental of Clinical Chemistry, Thirdth Ed. 1995 p .857- 46
  4. Bachorik PS, Rifai N, Alberrs JJ, Lipids, Lipoprotein and Alipoprotein in Edward RA, Gare AB, Tietz Fundamental of Clinicai Chemistry, 5th Ed. 2000: p 488 - 90.
  5. Bachorik PS, Lipids and Dyslipoproteinemia in Rock R, Cloey, Bachorik PS, Clinical Chemistry 1996 p : 222 - 226