ARTIKEL

Bahan Baku, Khasiat, dan Cara Pengolahan Jamu Gendong: Studi Kasus di Kotamadya Surabaya, 1998

SUHARMIATI DAN LESTARI HANDAYANI
Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan, Departemen Kesehatan RI


Abstrak

Jamu gendong adalah fenomena yang sangat terkenal di Indonesia. Tetapi, dokumen tertulis tentangnya sangat jarang. Pada 1998, 20 penjual jamu gendong di Surabaya diwawancara dan diobservasi untuk memahami bagaimana mereka menyiapkan resep, menggunakan bahan baku, dan membuat jamu gendong.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penjual jamu itu mempunyai pengetahuan yang serupa tentang penggunaan jamu gendong. Bahan-bahan yang digunakan juga mirip. Perbedaannya hanya pada penggunaan bahan tambahan.

Resep jamu gendong umumnya ada 8 macam, yaitu Beras Kencur, Kunyit Asem, Sinom, Cabe Puyang, Pahitan, Kunci Suruh, Kudu Laos, dan Uyup-uyup.

Ada dua cara dalam membuat jamu gendong. Pertama dengan merebus semua bahan. Kedua dengan memeras sari yang ada kemudian mencampurnya dengan air matang.

Abstract

Herbal Medicine "jamu gendong" is famous among Indonesian but only few documents about it are found. In 1998, 20 handlers including pedlar of "Jamu Gendong" in Surabaya Municipality were interviewed and observed to find out the recepies, raw materials, the usage and how to handle "jamu gendong".

The result showed that the handlers had similar knowledge about the usage of "jamu gendong". The primary raw material which composed the recepies were similar except for the ajuvant. They handled them simple and traditional. There are 8 kinds of recepies: beras kencur, kunir asam, sinom, cabe puyang, pahitan, kunci suruh, kudu laos, and uyup-uyup/gepyokan. There are two technics on producing "jamu gendong" that are first, boiling all the herbs and second, squeeze the pounded herbs and than poured into boiled water. They did not use standart measurement (kilogram etc.), on the contrary they use handfuls, pieces to estimate the proportion of recepies.

Pendahuluan

Penjaja jamu gendong jumlahnya semakin tinggi dari tahun ke tahun. Data di Departemen Kesehatan RI menunjukkan peningkatan tersebut, yaitu 13.128 pada 1989, menjadi 25.077 pada 1995. Demikian pula angka untuk Jawa Timur yang menunjukkan jumlah 3.306 pada 1995, yaitu menduduki urutan jumlah terbanyak ketiga setelah Jawa Tengah dan Jawa Barat. Angka tersebut diyakini masih belum mencakup jumlah keseluruhan penjaja jamu gendong mengingat mobilitas mereka yang sangat tinggi.

Melihat jumlah yang terus meningkat tersebut, dapat diperkirakan bahwa pemanfaatan jamu gendong masih tinggi. Masyarakat masih berminat untuk mengkonsumsi jamu gendong sebagai salah satu upaya untuk perawatan kesehatan. Pembelian jamu gendong biasanya berdasar kebiasaan turun-menurun. Secara umum, sudah diketahui manfaat jamu gendong, namun secara tertulis belum banyak yang mengidentifisir khasiat dan manfaat dari sudut pandang penjaja. Di samping itu, diperkirakan resep jamu gendong bervariasi sedangkan pencatatan atau dokumentasi tentang resep jamu gendong tidak banyak dilakukan sehingga sulit diperoleh gambaran secara pasti.

Untuk menjawab ketidaklengkapan informasi tertulis tersebut maka dilakukan suatu penelitian yang mengidentifikasi cara pengolahan, khasiat, dan bahan baku yang digunakan dalam pembuatan jamu gendong. Dengan temuan tersebut diharapkan akan memperkaya pengetahuan tentang jamu gendong sebagai salah satu upaya pelestarian pengobatan tradisional khas Indonesia. Di samping itu, pemanfaatan jamu gendong lebih banyak sebagai upaya promotif dan preventif kesehatan yang sangat sesuai dengan paradigma sehat sehingga pengetahuan tentang jamu gendong menjadi penting.

Bahan dan Cara

Penelitian ini dilakukan pada 1998 di wilayah Kotamadya Surabaya dengan mengambil sampel 20 penjaja jamu gendong yang tersebar di 5 wilayah kerja Puskesmas. Pemilihan daerah didasarkan pada lokasi yang banyak berdomisili penjaja jamu gendong. Terpilih wilayah kerja Puskesmas Kalirungkut, Tembok Dukuh, Krembangan, Tambaksari, dan Jagir. Dipilih wanita penjaja jamu gendong yang mengolah sendiri jamu yang dijajakan serta telah berprofesi sebagai penjaja jamu minimal 2 tahun. Dilakukan wawancara untuk mengetahui pendapat mereka tentang khasiat jamu gendong selain mengetahui cara pengolahan jamu dan bahan baku yang dipakai. Selain itu, dilakukan pengamatan terhadap pembuatan jamu gendong di tempat tinggal mereka.

Hasil Penelitian

  1. Jenis Jamu yang Dijual

    Penjualan jenis dan jumlah jamu gendong sangat bervariasi untuk setiap penjaja. Hal tersebut tergantung pada kebiasaan yang mereka pelajari dari pengalaman tentang jamu apa yang diminati serta pesanan yang diminta oleh pelanggan. Setiap hari jumlah dan jenis jamu yang dijajakan tidak selalu sama, tergantung kebiasaan dan kebutuhan konsumen. Setelah dilakukan pendataan, diperoleh informasi bahwa jenis jamu yang dijual oleh responden dalam penelitian ini ada delapan, yaitu beras kencur, cabe puyang, kudu laos, kunci suruh, uyup-uyup/gepyokan, kunir asam, pahitan, dan sinom.

    Dari data yang diperoleh, ternyata hampir semua penjual jamu menyediakan seluruh jenis jamu ini meskipun jumlah yang dibawa berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan konsumen. Masing-masing jenis jamu disajikan untuk diminum tunggal atau dicampur satu jenis jamu dengan jenis yang lain. Beberapa di antara responden, selain menyediakan jamu gendong juga menyediakan jamu serbuk atau pil hasil produksi industri jamu. Jamu tersebut diminum dengan cara diseduh air panas, terkadang dicampur jeruk nipis, madu, kuning telor, dan selanjutnya minum jamu sinom atau kunir asam sebagai penyegar rasa.

  2. Khasiat, Bahan Baku, dan cara Pengolahan

    Jamu gendong pada umumnya digunakan untuk maksud menjaga kesehatan. Orang membeli jamu gendong seringkali karena kebiasaan mengkonsumsi sebagai minuman kesehatan yang dikonsumsi sehari-hari. Namun demikian, dicoba digali kepada penjual dan pembuat jamu tentang khasiat yang dapat diperoleh dengan minum jamu gendong. Di samping itu, ditanyakan pula tentang bahan baku yang digunakan serta cara pembuatan/pengolahan.

Jamu Beras Kencur

Jamu beras kencur dikatakan oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu yang dapat menghilangkan pegal-pegal pada tubuh. Dengan membiasakan minum jamu beras kencur, tubuh akan terhindar dari pegal-pegal dan linu yang biasa timbul bila bekerja terlalu payah. Selain itu, banyak pula yang berpendapat bahwa jamu beras kencur dapat merangsang nafsu makan, sehingga selera makan meningkat dan tubuh menjadi lebih sehat.

Dalam pembuatan jamu beras kencur, terdapat beberapa variasi bahan yang digunakan, namun terdapat dua bahan dasar pokok yang selalu dipakai, yaitu beras dan kencur. Kedua bahan ini sesuai dengan nama jamu, dan jamu ini selalu ada meskipun komposisinya tidak selalu sama di antara penjual jamu. Bahan-bahan lain yang biasa dicampurkan ke dalam racikan jamu beras kencur adalah biji kedawung, rimpang jahe, biji kapulogo, buah asam, kunci, kayu keningar, kunir, jeruk nipis, dan buah pala. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan seringkali mereka juga mencampurkan gula buatan.

Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda, yaitu direbus dan dibiarkan sampai dingin, kemudian disediakan sesuai kebutuhan. Mula-mula beras disangan, selanjutnya ditumbuk sampai halus. Bahan-bahan lain sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk menggunakan lumpang dan alu besi atau batu. Kedua bahan ini kemudian dicampur, diperas, dan disaring dengan saringan atau diperas melalui kain pembungkus bahan. Sari perasan bahan dicampurkan ke dalam air matang yang sudah tersedia, diaduk rata. Selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol.

Jamu Kunir Asam

Jamu Kunir asam dikatakan oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu 'adem-ademan atau seger-segeran' yang dapat diartikan sebagai jamu untuk menyegarkan tubuh atau dapat membuat tubuh menjadi dingin. Ada pula yang mengatakan bermanfaat untuk menghindarkan dari panas dalam atau sariawan, serta membuat perut menjadi dingin. Seorang penjual jamu mengatakan bahwa jamu jenis ini baik dikonsumsi oleh ibu yang sedang hamil muda dan dapat menyuburkan kandungan. Ada pula penjual jamu yang menganjurkan minum jamu kunir asam untuk melancarkan haid.

Penggunaan bahan baku jamu kunir asam pada umumnya tidak jauh berbeda di antara pembuat. Perbedaan terlihat pada komposisi bahan penyusunnya. Jamu dibuat dengan bahan utama buah asam ditambah kunir/kunyit, namun beberapa pembuatnya ada yang mencampur dengan sinom (daun asam muda), temulawak, biji kedawung, dan air perasan buah jeruk nipis. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan seringkali mereka juga mencampurkan gula buatan, serta dibubuhkan sedikit garam.

Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu, yaitu direbus sampai mendidih dan jumlahnya sesuai kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk secara kasar menggunakan lumpang dan alu besi atau batu atau diiris tipis-tipis (kunyit), dimasukkan ke dalam air mendidih dan direbus sampai mendidih beberapa saat. Selanjutnya, ditambahkan gula (atau pemanis buatan) sampai diperoleh rasa manis sesuai selera (dicicipi). Rebusan yang diperoleh dibiarkan sampai agak dingin, kemudian disaring dengan saringan. Rebusan yang sudah disaring dibiarkan dalam panci dan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk dijajakan.

Jamu Sinom

Manfaat, bahan penyusun, serta cara pembuatan jamu sinom tidak banyak berbeda dengan jamu kunir asam. Perbedaan hanya terletak pada tambahan bahan sinom. Bahkan, beberapa penjual tidak menambahkan sinom, tetapi dengan cara mengencerkan jamu kunir asam dengan mengurangi jumlah bahan baku yang selanjutnya ditambahkan gula secukupnya.

Jamu Cabe Puyang

Jamu cabe puyang dikatakan oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu 'pegal linu'. Artinya, untuk menghilangkan cikalen, pegal, dan linu-linu di tubuh, terutama pegal-pegal di pinggang. Namun, ada pula yang mengatakan untuk menghilangkan dan menghindarkan kesemutan, menghilangkan keluhan badan panas dingin atau demam. Seorang penjual mengatakan minuman ini baik diminum oleh ibu yang sedang hamil tua.

Bahan dasar jamu cabe puyang adalah cabe jamu dan puyang. Tambahan bahan baku lain dalam jamu cabe puyang sangat bervariasi, baik jenis maupun jumlahnya. Bahan lain yang ditambahkan antara lain temu ireng, temulawak, jahe, kudu, adas, pulosari, kunir, merica, kedawung, keningar, buah asam, dan kunci. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan kadangkala mereka juga mencampurkan gula buatan serta dibubuhkan sedikit garam.

Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda, yaitu pertama-tama air direbus sampai mendidih dan dibiarkan sehingga dingin, jumlahnya sesuai dengan kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk menggunakan lumpang dan alu besi atau batu. Seluruh bahan ini kemudian diperas melalui saringan ke dalam air matang yang sudah tersedia. Selanjutnya, ramuan yang diperoleh diaduk rata kemudian dimasukkan ke dalam botol-botol.

Jamu Pahitan

Jamu pahitan dimanfaatkan untuk berbagai masalah kesehatan. Penjual jamu memberikan jawaban yang bervariasi tentang manfaat jamu ini, namun utamanya adalah untuk gatal-gatal dan kencing manis. Penjual yang lain mengatakan manfaatnya untuk 'cuci darah', kurang nafsu makan, menghilangkan bau badan, menurunkan kolesterol, perut kembung/sebah, jerawat, pegal, dan pusing.

Khusus untuk jamu pahitan, ternyata tidak semua pembuat jamu mampu meracik sendiri bahan-bahannya. Enam orang mengatakan membeli racikan jamu pahitan dan pada umumnya dibeli di tempat asalnya, yaitu dari peracik jamu di Solo. Bahan baku dasar dari jamu pahitan adalah sambiloto. Racikan pahitan sangat bervariasi, ada yang hanya terdiri dari sambiloto, tetapi ada pula yang menambahkan bahan-bahan lain yang rasanya juga pahit seperti brotowali, widoro laut, doro putih, dan babakan pule. Ada pula yang mencampurkan bahan lain seperti adas dan atau empon-empon (bahan rimpang yang dipergunakan dalam bumbu masakan).

Pembuatan jamu pahitan adalah dengan merebus semua bahan ke dalam air sampai air rebusan menjadi tersisa sekitar separuhnya. Cara ini dimaksudkan agar semua zat berkhasiat yang terkandung dalam bahan dapat larut ke dalam air rebusan. Sebagai hasil akhirnya, diperoleh rebusan dengan rasa sangat pahit. Khusus jamu pahitan, tidak diberikan gula atau bahan pemanis lain. Sebagai penawar rasa pahit, konsumen minum jamu gendong lain yang mempunyai rasa manis dan segar seperti sinom atau kunir asam.

Jamu Kunci Suruh

Jamu kunci suruh dimanfaatkan oleh wanita, terutama ibu-ibu untuk mengobati keluhan keputihan (fluor albus). Sedangkan manfaat lain yaitu untuk merapatkan bagian intim wanita (vagina), menghilangkan bau badan, mengecilkan rahim dan perut, serta dikatakan dapat menguatkan gigi.

Bahan baku jamu ini sesuai dengan namanya, yaitu rimpang kunci dan daun sirih. Biasanya selalu ditambahkan buah asam yang masak. Beberapa penjual jamu menambahkan bahan-bahan lain yang biasa digunakan dalam ramuan jamu keputihan atau jamu sari rapat seperti buah delima, buah pinang, kunci pepet, dan majakan. Dalam penelitian ini, ditemukan bahan lain yang ditambahkan, yaitu jambe, manis jangan, kayu legi, beluntas, dan kencur. Sebagai pemanis digunakan gula pasir, gula merah, dan dibubuhkan sedikit garam.

Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu, yaitu air direbus sampai mendidih sesuai dengan kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk secara kasar menggunakan lumpang dan alu besi atau batu atau diiris tipis-tipis (kunyit), diperas, disaring, dan dimasukkan ke dalam air matang yang sudah didinginkan. Selanjutnya, ditambahkan gula sesuai kebutuhan, sampai diperoleh rasa manis sesuai selera dengan cara dicicipi. Ramuan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk dijajakan.

Jamu Kudu Laos

Menurut sebagian besar penjual jamu, khasiat jamu kudu laos adalah untuk menurunkan tekanan darah. Tetapi, ada pula yang mengatakan untuk melancarkan peredaran darah, menghangatkan badan, membuat perut terasa nyaman, menambah nafsu makan, melancarkan haid, dan menyegarkan badan. Bahan baku jamu kudu laos adalah buah mengkudu masak ditambah rimpang laos dan biasanya ditambahkan buah asam masak (asam kawak). Sedangkan bahan tambahan lain yang ditemukan dalam penelitian ini adalah merica, bawang putih, kedawung, jeruk nipis, bahkan ada yang menambahkan tape singkong. Sebagai pemanis digunakan gula merah dan gula putih, ditambahkan sedikit garam.

Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu yaitu pertama-tama air direbus sampai mendidih sejumlah sesuai kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk secara kasar menggunakan lumpang dan alu besi atau batu kemudian diperas dan disaring dimasukkan ke dalam air matang yang sudah dingin. Selanjutnya ditambahkan gula sampai diperoleh rasa manis sesuai selera (dicicipi). Ramuan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk dijajakan.

Jamu Uyup-uyup/Gepyokan

Jamu uyup-uyup atau gepyokan adalah jamu yang digunakan untuk meningkatkan produksi air susu ibu pada ibu yang sedang menyusui. Hanya seorang penjual jamu yang mengatakan bahwa ada khasiat lain, yaitu untuk menghilangkan bau badan yang kurang sedap, baik pada ibu maupun anak dan 'mendinginkan' perut.

Bahan baku jamu uyup-uyup sangat bervariasi antar pembuat jamu, namun pada umumnya selalu menggunakan bahan empon-empon yang terdiri dari kencur, jahe, bangle, laos, kunir, temulawak, puyang, dan temugiring. Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu, yaitu semua bahan dicuci bersih tanpa dikupas, selanjutnya empon-empon dirajang (diiris tipis) ditambah bahan-bahan lain dan ditumbuk kasar, lalu diperas serta disaring. Perasan dimasukkan ke dalam air matang yang sudah dingin. Selanjutnya ditambahkan gula (atau pemanis buatan) sampai diperoleh rasa manis sesuai selera (dicicipi). Ramuan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk diperjual belikan.

Pembahasan

Dalam pembuatan jamu gendong, tampaknya tidak ada perbedaan bahan baku pokok untuk setiap jenis jamu. Hal ini dapat terjadi mungkin karena pengetahuan resep jamu gendong yang mereka peroleh dari sumber yang berasal dari satu daerah yang sama. Cara perolehan pengetahuan dengan cara magang di pembuat jamu, yaitu dengan melihat atau membantu pekerjaan mereka membuat komposisi resep. Resep yang dibuat tidak sama antar pembuat jamu. Ketidaksamaan dimungkinkan karena cara mereka membuat jamu tanpa takaran standar, hanya dengan perkiraan sehingga terjadi perbedaan dalam setiap pembuatan jamu. Di samping itu, kadar kandungan zat berkhasiat yang berbeda-beda untuk setiap kali pembelian bahan baku akan mempengaruhi pula hasil olahan jamu.

Dalam penggunaan bahan baku sebagai bahan pokok tampaknya sesuai dengan khasiat yang dikenal. Seperti: kudu laos menggunakan buah kudu yang mempunyai khasiat sebagai penurun tekanan darah tinggi, beras kencur memberikan tambahan vitamin B dan kencur yang bermanfaat sebagai analgesik. Bahan-bahan yang digunakan berkhasiat antara lain untuk memperbaiki pencernaan makanan sehingga meningkatkan nafsu makan (temulawak, kunyit) serta menghilangkan nyeri dan pegal (jahe, kencur,puyang). Sedangkan daun-daunan yang digunakan seperti katuk, bermanfaat untuk meningkatkan air susu ibu. Manfaat dari tanaman obat tersebut memang dibutuhkan oleh ibu yang menyusui, yang biasanya dalam keadaan cukup letih dan lelah karena harus mengasuh bayinya. Namun, beberapa penjual memberikan tambahan bahan jamu yang khasiatnya tidak sesuai dengan nama jamu, misalnya menambahkan adas, buah kudu, pulosari dalam jamu cabe puyang, kencur dalam jamu kunci suruh, dll.

Pengolahan jamu secara umum dapat dibedakan menjadi dua macam. Pertama dengan merebus seluruh bahan dan kedua dengan cara mengambil/memeras sari yang terkandung dalam jamu, kemudian dituangkan ke dalam air matang. Cara-cara tersebut dilakukan mengikuti cara yang dilakukan pendahulunya yang dilakukan secara sederhana dan tradisional. Perbedaan yang ada kemungkinan hanya pada peralatan yang digunakan. Misalnya, dahulu lebih banyak menggunakan pipisan batu sekarang lebih disukai dengan ditumbuk bahkan ada yang menggunakan alat listrik (blender). Alat untuk merebus dahulu banyak menggunakan 'kendil' yang terbuat dari tanah liat kini berganti dengan panci email.

Di samping bahan pokok, terdapat variasi bahan baku yang merupakan bahan tambahan yang dimaksudkan untuk memperbaiki warna, rasa, maupun khasiat. Variasi ini memberikan perbedaan rasa dan khasiat jamu yang menjadi andalan dari masing-masing pembuat jamu. Upaya tersebut mereka lakukan untuk memenuhi selera konsumen berdasarkan pengalaman mereka sehari-hari dalam menjajakan jamu.

Sebagai pemanis rasa jamu, pada umumnya digunakan gula merah dan atau gula pasir, tetapi ada pula yang menambahkan gula obat (saccharin). Tindakan tersebut dilakukan kemungkinan untuk menekan harga mengingat cukup mahalnya harga gula sedangkan untuk menaikkan harga jual jamu akan mempengaruhi kemampuan beli konsumen atau adanya keinginan dari pembuat jamu gendong agar mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Hasil penelitian menunjukkan tidak banyak perbedaan pengetahuan pada pembuat jamu tentang manfaat dari setiap jenis jamu. Hal ini menunjukkan keseragaman pengetahuan yang diperoleh dari sumber yang berasal dari daerah yang sama, ditambah lagi rata-rata mereka hanya mendapat pengetahuan secara lisan tanpa berusaha untuk menambah pengetahuan dari sumber lain.

Kesimpulan dan Saran

Dari hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa:

Daftar Pustaka

  1. Dyson, P.L., 1991. Penjaja jamu gendong (Studi kasus di Kotamadya Surabaya). Surabaya: Lembaga Penelitian Universitas Airlangga.
  2. Indonesia, Direktorat Pengawasan Obat Tradisional. Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan, 1994. Kodifikasi Peraturan Perundang-undangan Obat Tradisional jilid I. Jakarta: Departemen Kesehatan R.I.
  3. Indonesia. Direktorat Bina Peran Serta Masyarakat. Direktorat Jenderal Pembinaan Kesehatan Masyarakat, 1997. Profil Pengobatan Tradisional di Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
  4. Indonesia, Direktorat Pengawasan Obat Tradisional, Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan. 1996. Penyuluhan Jamu Gendong 1995. Jakarta: Departemen Kesehatan R.I.
  5. --------------, 1991. Inventaris Tanaman Obat Indonesia (I). Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
  6. --------------, 1993. Inventaris Tanaman Obat Indonesia (II). Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
  7. --------------, 1994. Inventaris Tanaman Obat Indonesia (III). Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
  8. Wijayakusuma,Hembing; Setiawan Dalimartha, AS Wirian, 1993. Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia jilid ke-1, 2. Jakarta: Pustaka Kartini.
  9. -------------, 1994. Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia jilid ke-3. Jakarta: Pustaka Kartini.
  10. -------------, 1996. Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia jilid ke-4. Jakarta: Pustaka Kartini.

Contoh Bahan Penyusun Resep Jamu Gendong dan Khasiat Menurut Penjual Jamu

Jamu Beras Kencur
No. Khasiat Bahan yang digunakan
01. Pegal/kelelahan cabe, kencur, kunci, asam, kedawung, jahe, kapulogo, gula
02. Payah/pegal beras, kencur, kedawung, jahe, asam kawak, gula
03. Pegal, nafsu makan beras, kencur, gula, asam kawak
04. Meningkatkan nafsu makan beras, jahe, asam, gula merah/putih, kedawung, kencur
05. Pegal, linu-linu kencur, asam, kedawung, gula, jeruk nipis
06. Pegel linu beras, kencur, kunci, ke dawung, gula, asam
07. Meningkatkan nafsu makan beras, kencur, jahe, gula kunir, keningar, asam, kedawung, pandan, sereh, daun jeruk purut
08. Menambah nafsu makan, pegal-pegal kencur, jahe, asam, gula merah, jeruk nipis, keda wung, keningar
09. Pegal, nafsu makan beras, jahe, kencur, kapulogo, cengkeh, pala
10. Pegal-pegal kencur, kedawung, gula merah, asam, jeruk nipis garam, jahe, beras (disangan)

Jamu Kunir Asam
No. Khasiat Bahan baku
01. Segar, adem-ademan kunir, asam kawak, temulawak, gula
02. Untuk perut, adem-ademan kunir (banyak), asam kawak, gula merah
03. Adem-ademan, sariawan kunir, asam kawak, gula
04. Perut dingin kunir, asam kawak, gula
05. Penyegar badan, sariawan kunir, asam kawak, gula
06. Seger-segeran, sariawan kunir, asam kawak, gula
07. Panas dalam kunir, asam kawak, gula
08. Panas dalam kunir, sinom, asam kawak, jeruk nipis, gula
09. Seger-segeran kunir, asam kawak, jeruk nipis, gula merah
10. Adem-ademam, sariawan kunir, kedawung, asam kawak, gula
11. Untuk melancarkan haid kunir, asam kawak, gula merah gula obat
12. Perawatan hamil muda kunir, asam kawak, gula merah menyuburkan kandungan

Jamu Sinom
No. Khasiat Bahan baku
01. Segar badan kunir, asam kawak, gula
02. Sariawan temulawak, kunir, sinom, asam kawak, jeruk nipis
03. Adem-ademan, sariawan kunir, asam kawak, sinom, jeruk nipis
04. Seger-segeran asam kawak, kunir
05. Minuman segar kunir (sedikit), asam kawak, gula
06. Penyegar kunir, asam kawak, gula, jeruk nipis
07. Seger-segeran, menyuburkan kandungan sinom, kunir, asem, jeruk nipis
08. Adem-ademan, sariwan kunir, asem, sinom, jeruk nipis, gula
09. Seger-segeran sinom, jeruk nipis, gula merah/putih, kunir,asem
10. Untuk penyegar badan kunir, gula merah, asem dan gula obat
11. Mendinginkan perut kunir, asem, gula putih, obat gula

Jamu Cabe Puyang
No. Khasiat Bahan baku
01. Pegal di pinggang cabe, puyang, kudu, adas, gula, asam kawak
02. Kaki mudah payah cikalen cabe, puyang, gula, asam
03. Pegal, linu cabe, puyang, asem, gula
04. Cikalen cabe, puyang, jahe, merica, kunci
05. Pegal, linu cabe, puyang, kedawung, gula, asam kawak
06. Kesemutan cabe, puyang, gula, asam
07. Pegal, adem panas cabe, puyang, kunir, temu ireng, temulawak
08. Pegal-pegal, ampas untuk 'bobok' cabe, puyang, jahe, kunir, adas pulosari
09. Pegal-pegal cabe, puyang, merica, gula merah/putih, empon-empon
10. Pegal-pegal kedawung, keningar, cabe, puyang, kunir, jahe
11. Pegal-pegal, menyehatkan badan cabe, kedawung, puyang gula merah, garam
12. Badan meriang cabe, puyang, kunir, asem, jahe
13. Hamil tua, pegal-pegal cabe, puyang, beras, kunir, gula merah

Jamu Pahitan
No. Khasiat Bahan baku
01. Gatal-gatal pule, kedawung, widoro laut, sambiloto, adas
02. Gatal-gatal, kencing manis sambiloto, pule, widoro putih
03. Kurang nafsu makan racikan bungkusan (beli)
04. Gatal, kencing manis sambiloto, empon-empon komplit**
05. Gatal-gatal, nafsu makan sambiloto
06. Gatal-gatal, bau badan tidak enak brotowali+sambiloto (ramuan jadi dari Solo)
07. Kembung, pegel beli di Solo (ramuan)
08. Cuci darah ramuan + imbo, sambiloto
09. Menurunkan kholesterol, cuci darah sambiloto, brotowali
10. Bau badan, gatal-gatal sambiloto
11. Gatal-gatal, perut sebah sambiloto
12. Gatal-gatal babakan pule, sambiloto brotowali (beli bahan bungkusan)
13. Kencing manis, gatal-gatal jerawat sambiloto, brotowali, babakan pule

Jamu Kunci Suruh
No. Khasiat Bahan baku
01. Sari Rapat, keputihan kunci, sirih, gula, asam kawak
02. Keputihan kunci, sirih, gula, asam kawak
03. Mengencangkanperut, keputihan kunci, sirih, kencur, jahe
04. Bau keringat, keputihan kunci, sirih, gula, asam kawak
05. Galian rapet, keputihan, menghilangkan bau rahim, darah merah/putih kunci, suruh, pinang, temulawak, delima, kencur
06. Bau badan, keputihan kunci, suruh, jambe, kunci pepet, kayu legi, manis jangan, delima
07. Keputihan suruh, kunci, gula, asam kawak
08. Keputihan kunci, majakan, suruh, asam
09. Supaya keringat tidak berbau, keputihan kunci, suruh, kunir
10. Keputihan, merapatkan rahim kunci, suruh, gula merah, asam kawak
11. Keputihan, menghilangkan bau badan kunci, suruh, beluntas
12. Keputihan, awet muda, menguatkan gigi kunir, kunci, suruh, majakan, gula merah

Jamu Kudu Laos
No. Khasiat Bahan baku
01. Menurunkan tekanan darah kudu, laos, gula, asam kawak
02. Menurunkan tekanan darah tinggi, melancarkan darah kudu, laos, gula, asam kawak
04. Memperlancar peredaran darah kudu, laos, gula, asam kawak
05. Menambah nafsu makan kudu, merica/lada, laos, asam kawak, gula, kedawung
06. Supaya badan segar laos, kudu, bawang putih, merica, gula, asam kawak
07. Enak perut, nafsu makan, terlambat bulan laos, merica, kudu, asam kawak, gula merah
08. Menghangatkan badan kudu, laos, gula merah, asam kawak, jeruk nipis
09. Menambah nafsu makan kudu, laos, kedawung, asam kawak, gula merah, merica
10. Penambah nafsu makan, supaya badan hangat kudu, laos, bawang putih, merico, tape singkong

Jamu Uyup-uyup/Gepyokan
No. Khasiat Bahan baku
01. Melancarkan ASI beluntas, temulawak, katu, asem, gula
02. Melancarkan ASI (air susu ibu) empon-empon komplit**, beluntas, suruh,daun katu, gula, asem, jeruk nipis
03. Melancarkan ASI beluntas, puyang, krokot, lampes, sinom, suruh, temulawak, gula, asem, jeruk nipis
04. Melancarkan ASI empon-empon komplit**, beluntas, sembukan, jambu
05. Melancarkan ASI katu, landep, suruh, lampes, empon-empon, gula, asem
06. Melancarkan ASI, menghilangkan bau badan (anak & ibu) katu, temuireng, temula wak, kunir, kunci
07. Melancarkan ASI daun-daunan beli di pasar, empon-empon komplit**, gula, asem
08. Melancarkan ASI kunir, asam kawak, beluntas, simbukan, kedawung, gula merah
09. Melancarkan ASI kunir, puyang, daun pepaya, temuireng, sembukan, beluntas, jambu, jarak
10. Melancarkan ASI, mendinginkan perut kawak kunir, beluntas, beras, gula merah, asem
*No.: pembuat jamu
**Empon komplit: kencur, jahe, bangle, temugiring, kunir, temulawak.