[an error occurred while processing this directive] Sehari Menjelang Interpelasi:
Jusuf Kalla Hanya Mengharapkan Kebenaran
19-7-2000 / 21:57 WIB

Jusuf Kalla, mantan Menperindag yang beberapa waktu lalu dicopot dari jabatannya tanpa alasan yang jelas dari Presiden Abdurrahman Wahid, tidak bersedia memberikan komentar panjang lebar tentang rapat interpelasi besok (20/7). "Buat saya simple saja. Saya hanya menginginkan kebenaran," katanya kepada TEMPO Interaktif melalui telepon, Rabu (19/7) malam.

Jusuf hanya tertawa ketika ditanyakan apakah dirinya menangkap sinyalemen bahwa pencopotan dirinya dan Laksamana Sukardi sebagai menteri digunakan kelompok-kelompok tertentu untuk menjatuhkan Gus Dur. "Pokoknya, intinya saya menginginkan kebenaran. Ini semua terjadi kan karena tidak adanya kejelasan dari Gus Dur," katanya tegas.

Kalau saja Gus Dur besok bersedia meminta maaf atas keputusannya waktu itu, bos PT Bukaka ini mengaku akan menerimanya dengan besar hati. "Itukan berarti dia mengakui kesalahannya. Dan dengan sendirinya mengakui bahwa tuduhan terhadap saya itu tidak benar,” tukasnya.

Hal yang sama dikatakan Ahmad Kalla, adik kandung Jusuf. "Kalau Gus Dur minta maaf, ya kami akan senang menerimanya," katanya kepada TI. Namun diakui kemungkinan itu terjadi kecil sekali. "Itu diluar kebiasaan Gus Dur," katanya. Skenario lain yang mungkin terjadi, duga Ahmad, adalah Gus Dur akan memberikan jawaban yang 'melebar' kemana-mana. Gus Dur mungkin saja menerangkan hal-hal lain yang tidak ada relevansinya dengan masalah yang sebenarnya. "Kalau itu, sesuai dengan kebiasaan Gus Dur," katanya lagi.

Namun, keluarga Kalla tampaknya sudah siap betul dengan kemungkinan kedua ini. Bahkan, Ahmad telah menyiapkan jawaban-jawaban menyusul kemungkinan adanya tuduhan baru yang akan dilontarkan Gus Dur kepada Jusuf Kalla besok. Kalau begitu, mari kita tunggu apa yang akan dikatakan Gus Dur. (Febrina Siahaan)


Lihat Komentar | Kirim Komentar

Berita Lainnya:

  • Interpelasi Ngaso Dulu (24-7-2000 / 20:26)
  • Maaf Gus Dur Melegakan (24-7-2000 / 20:24)
  • Dewan Sampaikan Pernyataan Bersama (24-7-2000 / 15:53)
  • Golkar Terima Permintaan Maaf Gus Dur (24-7-2000 / 14:09)
  • PBB dan Reformasi Tuntut Penjelasan Terbuka (24-7-2000 / 13:51)
  • Penjelasan Gus Dur Sebaiknya Terbuka (24-7-2000 / 11:21)
  • Jawaban Gus Dur Diterima PDI-P dengan Syarat (24-7-2000 / 11:12)
  • Ekky Anggap Soal Selesai (22-7-2000 / 13:35)
  • Inilah Pertanyaan Anggota Dewan (22-7-2000 / 10:00)
  • Tiga Jam Untuk Menyusun Jawaban Gus Dur (21-7-2000 / 17:35)
  • Gus Dur Minta Maaf (21-7-2000 / 17:35)
  • Dewan Tunggu Sampai Malam (21-7-2000 / 17:35)
  • Akbar Bantah Beri Pernyataan (21-7-2000 / 17:29)
  • Teks Jawaban Presiden Kepada DPR (21-7-2000 / 17:29)
  • Sebaiknya Mega Pegang Kendali (21-7-2000 / 16:43)
  • "Saya Tak Bisa Diturunkan" (21-7-2000 / 14:43)
  • Berita Foto (20-7-2000 / 20:43)
  • Gus Dur Tantang DPR Bersikap Jujur dan Rasional (20-7-2000 / 20:43)
  • Tak Puas, DPR Akan Ajukan Memorandum (20-7-2000 / 20:27)
  • Gus, Lihatlah "Tiga Gajah" di DPR (20-7-2000 / 20:21)
  • Hak Interpelasi Tak Bisa Dinafikan (20-7-2000 / 18:36)
  • Akbar Hormati Gus Dur (20-7-2000 / 16:01)
  • "Gus Dur Bikin Masalah Baru" (20-7-2000 / 15:51)
  • Marsilam dan Johan Mengelak (20-7-2000 / 15:48)
  • "Interpelasi Tak Bertentangan UUD 45" (20-7-2000 / 14:07)
  • "Saya Divonis Gus Dur" (20-7-2000 / 13:21)
  • "Itu Bukan Salah Saya" (20-7-2000 / 12:46)
  • Cermin Konflik Elit Politik (20-7-2000 / 11:38)
  • Anggota DPR Tidak Puas atas Jawaban Presiden (20-7-2000 / 11:25)
  • Momen Penghormatan Antarlembaga (20-7-2000 / 10:46)
  • Interpelasi Sesuai Susduk No 4/1999 (20-7-2000 / 10:42)
  • Jakarta Tegang Hadapi Interpelasi (20-7-2000 / 10:35)
  • Perjalanan Sang Interpelasi (20-7-2000 / 10:29)
  • Perjalanan Sang Interpelasi (20-7-2000 / 10:29)
  • Jusuf Kalla Hanya Mengharapkan Kebenaran (19-7-2000 / 21:57)
  • Bukan Waktunya Gus Dur Melawak (19-7-2000 / 15:06) [an error occurred while processing this directive] [an error occurred while processing this directive] [an error occurred while processing this directive]