[an error occurred while processing this directive]
FPDI-P DPR Soal Interpelasi:
Bukan Waktunya Gus Dur Melawak
19-7-2000 / 15:06 WIB
Sehubungan dengan rencana Presiden Abdurrahman Wahid memberikan jawaban atas hak interpelasi yang akan digelar DPR esok hari, Kamis (20/7), Sekretaris Fraksi PDI-P, Heri Akhmadi, mengingatkan kepada Gus Dur, interpelasi besok adalah sebuah tekanan dan DPR tidak main-main. Heri menegaskan, saat ini bukan waktunya lagi bagi Gus Dur untuk melawak. Presiden harus lebih serius mengerjakan permasalahan bangsa. Hal ini dkemukakannya kepada pers di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Rabu (19/7) siang.
Heri mengatakan, inti permasalahan interpelasi adalah jawaban dari presiden mengenai pemecatan dua menteri, yaitu Laksamana Sukardi dan Jusuf Kalla tempo hari. DPR berharap agar presiden dalam menjalankan kerjanya lebih fokus dengan tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang kontroversial. Heri juga menampik soal isu bahwa Presiden akan diadili oleh DPR melalui hak interpelasi itu. Upaya Dewan, menurut Heri, paling jauh adalah mengeluarkan memorandum tetap dalam kerangka konstitusi, sebab hal ini adalah sebuah upaya legislatif melakukan check and balance terhadap eksekutif.
Mengenai banyaknya suara-suara sumbang di luar Dewan, dengan nada tinggi Heri menyatakan, orang-orang yang bersuara tersebut adalah orang yang mau berpolitik tapi tidak mau bergabung dengan parpol. Mereka adalah elit-elit politik yang mengambang. Bahkan upaya mereka sering menyerang parpol. Heri mengkhawatirkan, orang-orang seperti itu sekarang banyak berada di sekitar Gus Dur.
Mengenai interpelasi sendiri, jawaban yang diharapkan besok adalah jawaban secara verbal, artinya dalam bentuk dialog. Kemudian, jawaban formal secara tertulis dalam bentuk klarifikasi Gus Dur terhadap sikap keputusannya memecat dua orang menteri tersebut dan yang terakhir, Presiden mau mengisyaratkan perubahan sikap dalam konteks tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang kontroversial. >(Tommy M.Gobel)
Berita Lainnya: