[an error occurred while processing this directive] Presiden Abdurrahman Wahid:
Momen Penghormatan Antarlembaga
20-7-2000 / 10:46 WIB

Presiden Abdurrhman Wahid memberikan pengantar jawaban atas pertanyaan anggota Dewan yang menggunakan hak interpelasi pada pukul 10.15 WIB, di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Kamis (20/7). Sebelumnya, sidang dibuka oleh pimpinan sidang yang juga Ketua DPR, Akbar Tanjung.

Menurut Presiden Wahid, momentum interpelasi adalah pertanda bangsa Indonesia memasuki sebuah era di mana terjadi penghormatan antar-lembaga negara sebagai salah satu syarat tegaknya demokrasi. Menurut Gus Dur, kesempatan interpelasi harus dipakai untuk saling mengawasi, saling menilai dan saling melihat jalannya pemerintahan oleh lembaga-lembaga negara. Dalam semangat seperti itulah, Gus Dur mengakui, memutuskan untuk menemui Dewan.

Gus Dur melihat terjadi kesenjangan pemahaman soal hak interpelasi. Di satu sisi ada yang melihatnya sebagai hak untuk menjatuhkan pemerintah, yang cuma ada pada sistem pemerintahan parlementer, dan pengertian sesuai dengan yang dikehendaki oleh UUD 1945. Presiden melihat, momentum kali ini harus dipakai sebagai waktu penghentian pertikaian dari pihak-pihak yang mendapatkan kesenangan pribadi dari pertikaian tersebut.

Pembacaan jawaban Gus Dur dilakulan oleh Sekretaris Negara, Drs Djohan Effendi, yang membacakan sebagai orang yang mewakili pemerintah, bukan wakil pemerintah. (PL)


Lihat Komentar | Kirim Komentar

Berita Lainnya:

  • Interpelasi Ngaso Dulu (24-7-2000 / 20:26)
  • Maaf Gus Dur Melegakan (24-7-2000 / 20:24)
  • Dewan Sampaikan Pernyataan Bersama (24-7-2000 / 15:53)
  • Golkar Terima Permintaan Maaf Gus Dur (24-7-2000 / 14:09)
  • PBB dan Reformasi Tuntut Penjelasan Terbuka (24-7-2000 / 13:51)
  • Penjelasan Gus Dur Sebaiknya Terbuka (24-7-2000 / 11:21)
  • Jawaban Gus Dur Diterima PDI-P dengan Syarat (24-7-2000 / 11:12)
  • Ekky Anggap Soal Selesai (22-7-2000 / 13:35)
  • Inilah Pertanyaan Anggota Dewan (22-7-2000 / 10:00)
  • Tiga Jam Untuk Menyusun Jawaban Gus Dur (21-7-2000 / 17:35)
  • Gus Dur Minta Maaf (21-7-2000 / 17:35)
  • Dewan Tunggu Sampai Malam (21-7-2000 / 17:35)
  • Akbar Bantah Beri Pernyataan (21-7-2000 / 17:29)
  • Teks Jawaban Presiden Kepada DPR (21-7-2000 / 17:29)
  • Sebaiknya Mega Pegang Kendali (21-7-2000 / 16:43)
  • "Saya Tak Bisa Diturunkan" (21-7-2000 / 14:43)
  • Berita Foto (20-7-2000 / 20:43)
  • Gus Dur Tantang DPR Bersikap Jujur dan Rasional (20-7-2000 / 20:43)
  • Tak Puas, DPR Akan Ajukan Memorandum (20-7-2000 / 20:27)
  • Gus, Lihatlah "Tiga Gajah" di DPR (20-7-2000 / 20:21)
  • Hak Interpelasi Tak Bisa Dinafikan (20-7-2000 / 18:36)
  • Akbar Hormati Gus Dur (20-7-2000 / 16:01)
  • "Gus Dur Bikin Masalah Baru" (20-7-2000 / 15:51)
  • Marsilam dan Johan Mengelak (20-7-2000 / 15:48)
  • "Interpelasi Tak Bertentangan UUD 45" (20-7-2000 / 14:07)
  • "Saya Divonis Gus Dur" (20-7-2000 / 13:21)
  • "Itu Bukan Salah Saya" (20-7-2000 / 12:46)
  • Cermin Konflik Elit Politik (20-7-2000 / 11:38)
  • Anggota DPR Tidak Puas atas Jawaban Presiden (20-7-2000 / 11:25)
  • Momen Penghormatan Antarlembaga (20-7-2000 / 10:46)
  • Interpelasi Sesuai Susduk No 4/1999 (20-7-2000 / 10:42)
  • Jakarta Tegang Hadapi Interpelasi (20-7-2000 / 10:35)
  • Perjalanan Sang Interpelasi (20-7-2000 / 10:29)
  • Perjalanan Sang Interpelasi (20-7-2000 / 10:29)
  • Jusuf Kalla Hanya Mengharapkan Kebenaran (19-7-2000 / 21:57)
  • Bukan Waktunya Gus Dur Melawak (19-7-2000 / 15:06) [an error occurred while processing this directive] [an error occurred while processing this directive] [an error occurred while processing this directive]