[an error occurred while processing this directive]
Jawaban Gus Dur Diterima PDI-P dengan Syarat
24-7-2000 / 11:12 WIB
Permintaan maaf yang disampaikan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam surat jawaban terhadap ke-23 pertanyaan anggota Dewan saat interpelasi diterima dengan berbagai catatan oleh PDI-P. Jawaban Gus Dur itu baru diterima fraksi PDI-P selepas Jumat (21/7) sore lalu. ''Nadanya sangat lain. Gus Dur minta maaf berulang-ulang,'' kata Ketua DPP PDI-P, Arifin Panigoro, membandingkan dengan isi jawaban Gus Dur sebelumnya, di Palu, Sabtu (22/7).
Meski demikian, PDI-P tidak mungkin menolak permintaan maaf itu. "Presiden minta maaf, masa kita ndak maafkan. PDI Perjuangan kan ingin menciptakan suasana sejuk. Bila pernyataan itu dibenturkan lagi, nanti bisa lebih kacau lagi. Padahal yang diharapkan dari hak interpelasi itu tidak lain untuk mencari penyelesaian," ujar Bos Group Perusahaan Medco itu. Kendati demikian, Arifin menegaskan, PDI-P akan mengajukan sejumlah syarat. Syarat itu adalah meminta Gus Dur menahan diri, tidak lagi melontarkan pernyataan yang kontroversial. Selain itu, ia meminta Gus Dur untuk mengklarifikasi pemecatan Laksamana Sukardi.
Arifin membantah jika sikap lunak PDI-P ini untuk mengamankan anggota PDI-P yang ada di kabinet. ''Ah, tidak benar itu. Kami bukan politik dagang sapi,'' tekannya. Karena itulah tawaran Gus Dur untuk mengklarifikasi soal tersebut dalam forum tertutup itu langsung diterima PDI-P. Di dalam forum itu nanti, PDI-P akan mengajukan syarat itu. “Kita akan meminta agar Gus Dur jangan lagi mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang kontroversial dan inkonsisten,'' ujarnya.
PDI-P, kata pengusaha yang mempunyai ladang gas dan minyak bumi di Sulawesi Tengah ini, lebih memilih untuk membahas soal pemecatan Laks ini di forum terbuka. ''Kalau memang salah ya, kita harus terang-terangan dong, bahwa itu salah. Tapi mungkin, bila dibahas terbuka, akan menimbulkan dampak yang tidak menyenangkan. Pokoknya, kita hanya ingin bangsa ini jadi baik saja,'' sebutnya.
Ketika ditanya hubungan antara Megawati Soekarnoputri dengan Gus Dur saat ini, Arifin mengatakan, secara pribadi, hubungan keduanya baik. Tapi dari segi politis sudah retak. "Secara politik, hubungan ibu (Megawati –red) dengan Gus Dur sudah retak," katanya. Karena itulah, dalam reshuffle kabinet nanti, Arifin tidak bersedia rekrut menjadi menteri. "Saya tak mau jadi kutu loncat," ujarnya lagi. (Darlis Muhammad)
Berita Lainnya: