[an error occurred while processing this directive] Setelah Gus Dur Minta Maaf
Ekky Anggap Soal Selesai
22-7-2000 / 13:15 WIB

Adanya pernyataan maaf dari Presiden Abdurrahman Wahid kepada anggota DPR direspon positif anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, Ekky Syahrudin. Pernyataan maaf itu sendiri disampaikan Gus Dur dalam jawaban tertulis kepada pimpinan DPR sebagai tanggapan atas pertanyaan 23 anggota Dewan dalam rapat interpelasi, Kamis (20/7).

Ekki, yang ditemui usai acara Obrolan Merdeka, Sabtu (22/7) pagi di Hotel Peninsula, Jakarta mengatakan, permintaan maaf tersebut juga secara implisit menunjukkan, Presiden Wahid mengakui kesalahannya telah menuduh Laksamana Sukardi dan Jusuf Kalla. "Jadi Gus Dur sudah mengakui tuduhan terhadap Laksamana dan Jusuf Kalla tidak benar," kata Ekki, salah seorang penanya dalam rapat interpelasi kemarin. Menurut dia, permintaan maaf ini juga sekaligus merupakan bentuk clearence terhadap Laksamana Sukardi dan Jusuf Kalla. "Ini berarti juga upaya pembersihan nama Jusuf Kalla dan Laksamana Sukardi dari tuduhan tersebut," tambahnya.

Permintaan maaf tersebut, dinilai Ekky bukan suatu bentuk inkonsistensi pernyataan Gus Dur. "Mungkin awalnya memang benar Gus Dur punya bukti, tapi setelah dia tahu buktinya tidak benar dia minta maaf dan itu wajar, Gus Dur bukan nabi," ujarnya lagi. Ekki bahkan mengatakan, dengan Gus Dur meminta maaf tersebut telah memperbesar dukungan anggota DPR/MPR terhadap kepemimpinan Gus Dur. "Saya rasa dengan hal ini Gus Dur akan semakin mendapat simpati dan terus didukung hingga 2004," ujarnya.

Ekki juga mengharapkan persoalan ini tidak kembali diperpanjang. "Tidak usahlah diperpanjang dan saya rasa tidak perlu melalui proses hukum, karena Laksamana Sukardi dan Jusuf Kalla sendiri sudah memaafkan Gus Dur," kata salah satu Ketua DPP Partai Golkar ini lagi.

Namun demikian, Ekki menyatakan, tidak tertutup kemungkinan Dewan akan membawa masalah tersebut dalam temu konsultasi dengan presiden secara tertutup. "Meskipun saya rasa, sebagian besar anggota telah menerima permintaan maaf itu," katanya. (Oman Sukmana)


Lihat Komentar | Kirim Komentar

Berita Lainnya:

  • Interpelasi Ngaso Dulu (24-7-2000 / 20:26)
  • Maaf Gus Dur Melegakan (24-7-2000 / 20:24)
  • Dewan Sampaikan Pernyataan Bersama (24-7-2000 / 15:53)
  • Golkar Terima Permintaan Maaf Gus Dur (24-7-2000 / 14:09)
  • PBB dan Reformasi Tuntut Penjelasan Terbuka (24-7-2000 / 13:51)
  • Penjelasan Gus Dur Sebaiknya Terbuka (24-7-2000 / 11:21)
  • Jawaban Gus Dur Diterima PDI-P dengan Syarat (24-7-2000 / 11:12)
  • Ekky Anggap Soal Selesai (22-7-2000 / 13:35)
  • Inilah Pertanyaan Anggota Dewan (22-7-2000 / 10:00)
  • Tiga Jam Untuk Menyusun Jawaban Gus Dur (21-7-2000 / 17:35)
  • Gus Dur Minta Maaf (21-7-2000 / 17:35)
  • Dewan Tunggu Sampai Malam (21-7-2000 / 17:35)
  • Akbar Bantah Beri Pernyataan (21-7-2000 / 17:29)
  • Teks Jawaban Presiden Kepada DPR (21-7-2000 / 17:29)
  • Sebaiknya Mega Pegang Kendali (21-7-2000 / 16:43)
  • "Saya Tak Bisa Diturunkan" (21-7-2000 / 14:43)
  • Berita Foto (20-7-2000 / 20:43)
  • Gus Dur Tantang DPR Bersikap Jujur dan Rasional (20-7-2000 / 20:43)
  • Tak Puas, DPR Akan Ajukan Memorandum (20-7-2000 / 20:27)
  • Gus, Lihatlah "Tiga Gajah" di DPR (20-7-2000 / 20:21)
  • Hak Interpelasi Tak Bisa Dinafikan (20-7-2000 / 18:36)
  • Akbar Hormati Gus Dur (20-7-2000 / 16:01)
  • "Gus Dur Bikin Masalah Baru" (20-7-2000 / 15:51)
  • Marsilam dan Johan Mengelak (20-7-2000 / 15:48)
  • "Interpelasi Tak Bertentangan UUD 45" (20-7-2000 / 14:07)
  • "Saya Divonis Gus Dur" (20-7-2000 / 13:21)
  • "Itu Bukan Salah Saya" (20-7-2000 / 12:46)
  • Cermin Konflik Elit Politik (20-7-2000 / 11:38)
  • Anggota DPR Tidak Puas atas Jawaban Presiden (20-7-2000 / 11:25)
  • Momen Penghormatan Antarlembaga (20-7-2000 / 10:46)
  • Interpelasi Sesuai Susduk No 4/1999 (20-7-2000 / 10:42)
  • Jakarta Tegang Hadapi Interpelasi (20-7-2000 / 10:35)
  • Perjalanan Sang Interpelasi (20-7-2000 / 10:29)
  • Perjalanan Sang Interpelasi (20-7-2000 / 10:29)
  • Jusuf Kalla Hanya Mengharapkan Kebenaran (19-7-2000 / 21:57)
  • Bukan Waktunya Gus Dur Melawak (19-7-2000 / 15:06) [an error occurred while processing this directive] [an error occurred while processing this directive] [an error occurred while processing this directive]