[an error occurred while processing this directive] Gus Dur Minta Maaf
21-7-2000 / 20:45 WIB

Jawaban Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) atas ke-23 pertanyaan anggota Dewan saat rapat interpelasi kemarin (20/7) diterima Ketua DPR Akbar Tandjung diterima pukul 19.00 WIB di ruang kerjanya di gedung MPR/DPR, Jakarta. Tapi, ia mengaku tidak mengetahui siapa yang mengirim karena saat itu sedang mandi. Kepada para wartawan, Akbar mengaku baru membaca sekilas saja. Namun, pada intinya, Presiden menyambut baik ke-23 pertanyaan yang diakukan para anggota Dewan itu.

Dalam jawaban tersebut, kata Akbar, Presiden mengatakan dari ke-23 pertanyaan yang diajukan ada tiga hal yang harus diklarifikasi. Pertama, Presiden tetap tidak bisa menerima uraian mengenai kedudukan hak menerima keterangan atau interpelasi dalam perspektif konstitusi. Sebab hak seperti itu memang tidak dikenal di dalam sistem presidensil. Kedua, Presiden menyampaikan permintaan maaf kepada anggota Dewan atas semua yang terjadi akibat pemecatan kedua menteri tersebut-Laksamana Sukardi dan Jusuf Kalla. Gus Dur juga mengharapkan permintaan maaf tersebut dapat menyelesaikan segala permasalahan.

Terakhir, ditegaskan bahwa Gus Dur tetap akan menjelaskan alasan pemberhentian kedua menteri tersebut. Hanya ia mengusulkan agar penjelasan tersebut dilakukan di dalam rapat tertutup. Dan diakhir jawaban tertulis yang dikatakan Akbar hanya sebanyak empat halaman itu, Gus Dur mengharakan agar jawabannya itu dapat disambut baik oleh anggota Dewan.

Sementara itu, Ade Komarudin, dari fraksi Partai Golkar yang juga menjadi motor interpelasi, mengatakan, ia belum puas dengan jawaban Presiden itu. Apalagi, dengan adanya usulan penjelasan dilakukan dalam rapat tertutup. "Ini sangat tidak baik karena permasalahan sudah menjadi opini umum. Dan itu tidak menyelesaikan masalah. Sebaliknya malah menimbulkan masalah baru," katanya.

Menurut dia, seharusnya Presiden sekaligus menyampaikan bukti-bukti keterlibatan KKN kedua menteri itu dalam jawabannya. Karena, ketika kedua menteri itu dicopot, Gus Dur beralasan pemberhentian itu demi konsolidasi kabinet. Ade juga menilai tindakan Gus Dur itu sangat ceroboh. "Perilaku Presiden itu harus diubah," ujarnya. Sedangkan mengenai permintaan maaf Presiden kepada anggota Dewan, Ade mengatakan, sebagai umat beragama ia bisa menerima. Tapi tetap dengan catatan-catatannya yang akan dirapatkan oleh fraksi.

(Tommy M. Gobel)


Lihat Komentar | Kirim Komentar

Berita Lainnya:

  • Interpelasi Ngaso Dulu (24-7-2000 / 20:26)
  • Maaf Gus Dur Melegakan (24-7-2000 / 20:24)
  • Dewan Sampaikan Pernyataan Bersama (24-7-2000 / 15:53)
  • Golkar Terima Permintaan Maaf Gus Dur (24-7-2000 / 14:09)
  • PBB dan Reformasi Tuntut Penjelasan Terbuka (24-7-2000 / 13:51)
  • Penjelasan Gus Dur Sebaiknya Terbuka (24-7-2000 / 11:21)
  • Jawaban Gus Dur Diterima PDI-P dengan Syarat (24-7-2000 / 11:12)
  • Ekky Anggap Soal Selesai (22-7-2000 / 13:35)
  • Inilah Pertanyaan Anggota Dewan (22-7-2000 / 10:00)
  • Tiga Jam Untuk Menyusun Jawaban Gus Dur (21-7-2000 / 17:35)
  • Gus Dur Minta Maaf (21-7-2000 / 17:35)
  • Dewan Tunggu Sampai Malam (21-7-2000 / 17:35)
  • Akbar Bantah Beri Pernyataan (21-7-2000 / 17:29)
  • Teks Jawaban Presiden Kepada DPR (21-7-2000 / 17:29)
  • Sebaiknya Mega Pegang Kendali (21-7-2000 / 16:43)
  • "Saya Tak Bisa Diturunkan" (21-7-2000 / 14:43)
  • Berita Foto (20-7-2000 / 20:43)
  • Gus Dur Tantang DPR Bersikap Jujur dan Rasional (20-7-2000 / 20:43)
  • Tak Puas, DPR Akan Ajukan Memorandum (20-7-2000 / 20:27)
  • Gus, Lihatlah "Tiga Gajah" di DPR (20-7-2000 / 20:21)
  • Hak Interpelasi Tak Bisa Dinafikan (20-7-2000 / 18:36)
  • Akbar Hormati Gus Dur (20-7-2000 / 16:01)
  • "Gus Dur Bikin Masalah Baru" (20-7-2000 / 15:51)
  • Marsilam dan Johan Mengelak (20-7-2000 / 15:48)
  • "Interpelasi Tak Bertentangan UUD 45" (20-7-2000 / 14:07)
  • "Saya Divonis Gus Dur" (20-7-2000 / 13:21)
  • "Itu Bukan Salah Saya" (20-7-2000 / 12:46)
  • Cermin Konflik Elit Politik (20-7-2000 / 11:38)
  • Anggota DPR Tidak Puas atas Jawaban Presiden (20-7-2000 / 11:25)
  • Momen Penghormatan Antarlembaga (20-7-2000 / 10:46)
  • Interpelasi Sesuai Susduk No 4/1999 (20-7-2000 / 10:42)
  • Jakarta Tegang Hadapi Interpelasi (20-7-2000 / 10:35)
  • Perjalanan Sang Interpelasi (20-7-2000 / 10:29)
  • Perjalanan Sang Interpelasi (20-7-2000 / 10:29)
  • Jusuf Kalla Hanya Mengharapkan Kebenaran (19-7-2000 / 21:57)
  • Bukan Waktunya Gus Dur Melawak (19-7-2000 / 15:06) [an error occurred while processing this directive] [an error occurred while processing this directive] [an error occurred while processing this directive]