[an error occurred while processing this directive] Jakarta Tegang Hadapi Interpelasi
20-7-2000 / 10:35 WIB

Interpelasi terhadap Presiden pagi ini, Rabu (20/7) pagi, ternyata mendapat perhatian cukup besar dari masyarakat Jakarta. Sejumlah ruas jalan di ibukota terlihat lebih lengang dari biasanya. Misalnya, dari pantauan TEMPO Interaktif, ruas jalan raya Ciputat menuju Arteri Pondok Indah dan terus menuju Senayan Jakarta, terlihat cukup sepi. Ruas yang pada pukul 08.30 WIB biasanya padat merayap itu, bisa dilalui dengan kecepatan 50-60 Km/jam.

Menurut Ricky, seorang karyawan yang berkantor di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, dan ditemui di dalam bis mengungkapkan, hari ini banyak kawan-kawannya yang sengaja terlambatt masuk ke kantor karena ingin melihat Presiden 'diadili' oleh DPR. Ketika dijelaskan interpelasi bukan pengadilan buat Presiden, Ricky balik menjawab, "Ya sama saja, di pengadilan, orang yang diadili dihujani pertanyaan hakim."

Sementara itu, suasan di Kompleks Gedung DPR/MPR sendiri terlihat penjagaan diperketat. Pasukan polisi dan Brimob terlihat cukup banyak terlihat di pintu depan maupun pintu belakang Kompleks DPR.

Ratusan wartawan dalam dan luar negeri sudah berkumpul, kebanyakan di teras dan lobby Gedung Utama (Gedung yang berbentuk kura-kura dan sempat dinaiki oleh mahasiswa pada peristiwa reformasi tahun 1998 hingga ke puncaknya, red), menantikan kehadiran Presiden yang dijadwalkan akan hadir pukul 10.00. Wartawan hanya boleh masuk lewat pintu belakang, dan lebih dari 20 orang polisi, yang diperbantukan ke Satpam DPR, menunggu di pintu masuk tersebut untuk mengecek identitas setiap wartawan.

Di dalam Gedung DPR, pada pukul 08.40, terlihat sejumlah menteri Kabinet Persatuan Nasional sudah hadir mendahului Presiden. Yang terlihat jelas adalah mobil B 15, yang ditumpangi Menlu Alwi Shihab. Selain Alwi, terlihat pula Kapolri Jend. Roesdihardjo, Menteri Dalam Negeri, Suryadi Sudirdja; Menteri Pertahanan, Juwono Sudarsono; Menteri Koperasi dan Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah, Zarkasih Nur; Menteri Keuangan, Bambang Sudibyo; Menteri Koordinator Ekonomi dan Industri, Kwik Kian Gie; Menteri Pemukiman dan Pengembangan Wilayah, Erna Witoelar; Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, Freddy Numberi.

Pada pukul 09.43, Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri memasuki kompleks DPR. Rombongan Wapres terdiri dari lima mobil, masing-masing dua Mercedez Kepresidenan, dua jip Mercy pengawal, satu ambulans dan diapit dengan Patwal.

Anggota DPR yang sudah memasuki ruang rapat Gedung Utama antara lain penggagas hak interpelasi, Ade Komaruddin dari Fraksi P Golkar; Sekjen Fraksi PDIP DPR, Heri Akhmadi; Wakil Ketua DPR, A.M. Fatwa. Suasana ruang sidang sendiri terlihat lebih tegang dari sidang-sidang biasanya.

Pada pukul 10.00, rombongan Presiden terlihat memasuki kompleks dan langsung menuju ruangan sidang. Presiden Abdurrahman Wahid terlihat didampingi Yenny, putrinya. (Tommy Gobel/Oman Sukmana)


Lihat Komentar | Kirim Komentar

Berita Lainnya:

  • Interpelasi Ngaso Dulu (24-7-2000 / 20:26)
  • Maaf Gus Dur Melegakan (24-7-2000 / 20:24)
  • Dewan Sampaikan Pernyataan Bersama (24-7-2000 / 15:53)
  • Golkar Terima Permintaan Maaf Gus Dur (24-7-2000 / 14:09)
  • PBB dan Reformasi Tuntut Penjelasan Terbuka (24-7-2000 / 13:51)
  • Penjelasan Gus Dur Sebaiknya Terbuka (24-7-2000 / 11:21)
  • Jawaban Gus Dur Diterima PDI-P dengan Syarat (24-7-2000 / 11:12)
  • Ekky Anggap Soal Selesai (22-7-2000 / 13:35)
  • Inilah Pertanyaan Anggota Dewan (22-7-2000 / 10:00)
  • Tiga Jam Untuk Menyusun Jawaban Gus Dur (21-7-2000 / 17:35)
  • Gus Dur Minta Maaf (21-7-2000 / 17:35)
  • Dewan Tunggu Sampai Malam (21-7-2000 / 17:35)
  • Akbar Bantah Beri Pernyataan (21-7-2000 / 17:29)
  • Teks Jawaban Presiden Kepada DPR (21-7-2000 / 17:29)
  • Sebaiknya Mega Pegang Kendali (21-7-2000 / 16:43)
  • "Saya Tak Bisa Diturunkan" (21-7-2000 / 14:43)
  • Berita Foto (20-7-2000 / 20:43)
  • Gus Dur Tantang DPR Bersikap Jujur dan Rasional (20-7-2000 / 20:43)
  • Tak Puas, DPR Akan Ajukan Memorandum (20-7-2000 / 20:27)
  • Gus, Lihatlah "Tiga Gajah" di DPR (20-7-2000 / 20:21)
  • Hak Interpelasi Tak Bisa Dinafikan (20-7-2000 / 18:36)
  • Akbar Hormati Gus Dur (20-7-2000 / 16:01)
  • "Gus Dur Bikin Masalah Baru" (20-7-2000 / 15:51)
  • Marsilam dan Johan Mengelak (20-7-2000 / 15:48)
  • "Interpelasi Tak Bertentangan UUD 45" (20-7-2000 / 14:07)
  • "Saya Divonis Gus Dur" (20-7-2000 / 13:21)
  • "Itu Bukan Salah Saya" (20-7-2000 / 12:46)
  • Cermin Konflik Elit Politik (20-7-2000 / 11:38)
  • Anggota DPR Tidak Puas atas Jawaban Presiden (20-7-2000 / 11:25)
  • Momen Penghormatan Antarlembaga (20-7-2000 / 10:46)
  • Interpelasi Sesuai Susduk No 4/1999 (20-7-2000 / 10:42)
  • Jakarta Tegang Hadapi Interpelasi (20-7-2000 / 10:35)
  • Perjalanan Sang Interpelasi (20-7-2000 / 10:29)
  • Perjalanan Sang Interpelasi (20-7-2000 / 10:29)
  • Jusuf Kalla Hanya Mengharapkan Kebenaran (19-7-2000 / 21:57)
  • Bukan Waktunya Gus Dur Melawak (19-7-2000 / 15:06) [an error occurred while processing this directive] [an error occurred while processing this directive] [an error occurred while processing this directive]