[an error occurred while processing this directive]
Soal Jawaban Presiden:
Akbar Hormati Gus Dur
20-7-2000 / 16:01 WIB
Ketua DPR, Akbar Tanjung, meminta masyarakat untuk bersabar menunggu hingga Presiden menyerahkan jawaban tertulis dan fraksi-fraksi sudah mempelajarinya. Setiap fraksi akan menentukan, apakah puas atau tidak atas jawaban tersebut. Ini disampaikan Akbar setelah menggandeng Presiden Abdurrahman Wahid hingga pintu mobil B 1, usai sidang paripurna DPR untuk mendengar jawaban Presiden atas hak meminta keterangan DPR di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (20/7.
Menurut Akbar, Gus Dur sudah berusaha menjawab, walaupun penjelasan Presiden mengenai dua menteri tersebut tidak diungkapkan secara eksplisit. Ia mengatakan, dirinya menghormati usaha Gus Dur memberi jawaban. Langkah selanjutnya, DPR akan menunggu hingga besok sore. "Saya tadi sudah minta kepada Sekretaris Kabinet, Marsilam Simanjuntak, untuk mmpersiapkan jawaban secepatnya," ujar Akbar. Ketika didesak, apakah ada kemungkinan arahnya nanti ke Sidang Istimewa jika ada mayoritas fraksi tidak puas atas jawaban presiden, Akbar menjawab dengan tenang, "Tidak. Sidang Istimewa dilakukan bila Presiden melanggar GBHN dan UUD 45. Juga tidak mungkin dilakukan mosti tidak percaya, karena sistem yang kita anut adalah presidensiil," ujar mantan Ketua HMI tersebut.
Akbar mengakui, implikasi dari jawaban Presiden tersebut adalah menurunnya penilaian anggota DPR terhadap Presiden Wahid. Karena, menurut Akbar, meminta keterangan adalah wajar dan interpelasi juga memang ada dalam UU. Bila besok sore Presiden sudah memberikan jawaban, menurut Akbar, pada hari Senin (24/7), bertepatan dengan masa sidang, DPR sudah bisa memberikan tanggapan. (Tommy M.Gobel)
Berita Lainnya: