Edisi 08/03 -25/April/1998

Iklan
  • Dialog atau Tidak, Aksi Jalan Terus
    Aksi mahasiswa semakin berani. Belasan mahasiswa anggota delegasi mahasiswa Universitas Mercu Buana (UMB) menyampaikan deklarasi ke Sekneg. Menteri Hartono di-walk-out mahasiswa. Tapi bagaimana mahasiswa menyusun agenda aksi? Mengapa dialog dengan pemerintah dianggap "perangkap"?

  • Wawancara Nurdin:
    "Sidang Istimewa Bukan Tidak Mungkin"

    Dialog mahasiswa dengan pemerintah yang digelar di PRJ Kemayoran, tidak menampilkan kampus-kampus yang kritis di Jakarta. Ternyata, mereka punya acara sendiri dialog dengan sesama mahasiswa di kampus IPB Bogor. Benarkan dialog mahasiswa itu untuk menggembosi dialog Kemayoran?

  • Wawancara Prof. Dr. Soleh Solahuddin:
    "Perubahan Itu Sudah Menjadi Tanda-Tanda Zaman"

    Aksi mahasiswa harus seimbang antara aksi yang berorientasi struktural, aksi keprihatinan, dan aksi sosial membantu masyarakat bawah yang kesulitan akibat krisis.

  • Wawancara Ari Priyanto:
    "Dialog Itu Tak Akan Menyelesaikan Krisis"

    Aksi mahasiswa sudah memasuki tahap menuntut Presiden Soeharto turun, bahkan mahasiswa memberi batas hingga satu Agustus 1998.

  • Wawancara Rama Pratama:
    "Berikan Hasil Nyata, Kami Akan Berhenti Melakukan Aksi"

    Aksi mahasiswa jangan dipolitisir dan direkayasa. Sekali mahasiswa masuk ke "setting" ini matilah gerakan kami.

  • Wawancara Abdul Rokhim:
    "Kami Tak Ingin Masuk Perangkap Itu"

    Dialog yang dilakukan pemerintah hanyalah untuk memetakan kekuatan mahasiswa, sekaligus menyeret mahasiswa masuk dalam perangkap mereka. Dan itu tidak ada gunanya, akrena mahasiswa sudah paham. Mahasiswa akan tetap mendesak agar ada perubahan. Kalau Presiden Soeharto toba, nasukha, atau berbalik 180 derajat dari yang sudah-sudah, mahasiswa akan menerimanya.

  • Wawancara Dr. Anggito Abimanyu:
    "Kalau Satu Dollar Belum Sama dengan Enam Ribu"

    Dari segi substansi dialog, itu termasuk sukses. Karena apa yang diinginkan masyarakat dan mahasiswa disampaikan dalam dialog itu. Hanya saja dari segi jumlah, dialog ini tidak cukup sukses. Peserta yang datang pun tidak representatif. Tidak bertemunya presepsi pemerintah dengan peserta tentang dialog itu, menyebabkan cukup banyak peserta yang kecewa.

  • Wawancara Agung Laksono:
    "Kalau Menurunkan Presiden, Tak Akan Kami Dengar"

    Menpora akan terus melakukan dialog antara mahasiswa dengan pemerintah. Semua hasil dialog akan dilaporkan ke Pak Harto, termasuk tuntutan reformasi pergantian presiden.
Copyright © PDAT