Edisi 18/02 - 2/Jul/97"
Pokok & Tokoh

Eva Arnaz :
"Saya Harus Ikhlas..."

Eva ArnazHARTA hilang bisa diganti, suami hilang ke mana akan dicari. Itulah derita Evayanti yang lebih ngepop dengan nama Eva Arnaz, bintang film dan bintang sinetron Indonesia. Setelah berulang kali Eva mengadu ke kantor polisi, akhirnya ia mengadukan nasibnya ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Selasa, 1 Juli 1997. Suami Eva, Dedy Omar Hamdun, 42 tahun, seorang pengusaha yang konon bergerak di bidang pembebasan tanah dan juga penagih utang (debt collector), sejak akhir Mei 1997 lalu tak kunjung pulang ke rumah mereka di kawasan Cinere, Jakarta Selatan.

Eva datang ke Komnas bersama Lufti Hamdun -- adik Dedy Hamdun -- dan ditemani paranormal Permadi. Mereka diterima Sekjen Komnas HAM Baharuddin Lopa. Si mantan artis panas itu memakai blazer kotak-kotak kecil dan rok hitam. Wajahnya lelah dan tampak bingung menghadapi persoalan berat. "Siapa yang tidak bingung suami tercinta tidak tahu ada dimana," katanya kepada TEMPO Interaktif yang menghubunginya kembali lewat telepon Selasa sore (1/7) lalu.

Menurut mantan artis film-film panas ini, selain ke Komnas ia telah melaporkan soal kehilangan suaminya itu ke Polda, Mabes AD, juga Mabes ABRI. Tapi sampai sekarang Eva belum juga memperoleh kabar mengenai keberadaan suaminya. Maka itu ia terus berusaha memperoleh kejelasan informasi, misalnya dengan mendatangi pihak-pihak yang berwenang itu. Termasuk ke Komnas HAM. "Ini salah satu ikhtiar saya. Kalau tidak, kemana lagi saya datang," kata artis kelahiran Bukittinggi, Sumatera Barat, 14 Juli 1958 yang pernah menjadi None Jakarta tahun 1976 dan Ratu Jakarta tahun 1977 ini.

Menghilangnya Dedy praktis menambah kesibukan artis yang masih tampak seksi ini, yakni bepergian ke mana saja untuk mencari sang suami. Padahal selama tidak lagi menjadi sibuk di dunia artis, Eva sudah cukup sibuk dengan kegiatan di rumah. Ia juga kini rajin mengaji dan beribadah.

Artis yang menghabiskan masa kecilnya di Bandung ini mengundang guru mengaji ke rumahnya. Dan diam-diam dia sudah bergelar hajjah, setelah menunaikan rukun Islam kelima pada tahun 1991 bersama suami terdahulu, Adi Bing Slamet. Bahkan, pasangan Eva-Dedy ini sedang membangun sebuah pesantren di Sukabumi di atas tanah seluas 2.000 m2. "Baru tahap membuat pondasinya. Tapi sementara ini otomatis terhenti," tandasnya.

Tapi, Eva punya satu ketetapan hati:"Saya harus ikhlas."

MIS


Copyright © PDAT